Hasil Mata Jelalatan

Hasil Mata Jelalatan

Hari ini, saya ke PTC untuk troubleshooting printer client yang katanya error. Setelah urusan beres. Langsung saya ke area fauna di PTC, lihat-lihat di sana, tertarik beli keong tanduk. Barang kosong semua, dapat 5 ekor kecil-kecil.

Dari hasil lihat-lihat, mata tertuju kepada gerombolan ottosinclus, karena tank kesayangan sudah berlumut ga karuan (akibat ditinggal ke luar kota berminggu-minggu), dan juga dapat harga murah (seekor cuman 15 rb) biasanya di gunung sari minta 20-25rb seekor. Akhirnya saya coba membeli dua ekor, sekalian testing apa ikan ini tahan banting.

Ottosinclus
 

Setelah saya release ke aquarium, awalnya kok malu-malu, dan gerak lambat, sampe saya colek aja diem (saya kira sekarat gara-gara perjalanan naik motor super jauh n bergeronjal). Setelah 5 menit penyesuaian lingkungan, si otto mulai hunting-hunting lumut di tank. Semoga tank saya bersih dari lumut karena kalian dan para keong. Amin…

Ikan/Hewan Pemakan Algae untuk aquascape

Ikan/Hewan Pemakan Algae untuk aquascape

Fauna pemakan lumut merupakan tambahan yang bagus untuk akuarium aquascape, tetapi penting untuk memandang mereka dengan status yang sama yang Anda berikan kepada semua hewan peliharaan lainnya, pastikan bahwa Anda memilih spesies yang sesuai untuk akuarium anda, dan Anda menyediakan apa yang mereka butuhkan untuk hidup dengan baik dalam jangka panjang.
 
Lumut yang muncul di aquarium dapat merusak keindahan aquascape
 
Kenapa hal ini penting, karena bila algae sudah habis, maka fauna pemakan algae dapat kelaparan dan kemudian
mati. Pengecualian kasus di mana Anda memiliki beberapa aquarium dimana pada saat satu aquarium terserang algae, anda dapat memasukan pasukan pemakan algae kesana dan kemudian memindahkan nya ke tank yang lain untuk diberi makan jika algae telah habis.
 
Cara yang paling efektif menggunakan pemakan algae adalah dengan mengkombinasikan berbagai jenis pemakan alga. Karena tidak semua fauna pemakan algae memakan semua jenis algae. Kombinasi dari siput, udang dan ikan adalah kombinasi yang sempurna untuk memerangi algae.
 

 

Siamese Algae Eater
Caridina multidentata (Udang Amano)
 
American Flag-fish

 

Black Molly

 

Ancistrus – Bristlenose pleco

 

Horned Nerite Snail (Keong Tanduk)

 

Malaysian Trumpet snail – Keong Terompet Malaysia

 

Otocinclus sp.

 

Pleco – Suckermouth catfish

 

Ramshorn snail (Keong Terompet)
 
Whiptail catfish

 

Neritina sp. zebra snail (keong turbo)

Mengontrol Pertumbuhan Hama Keong Dalam Aquascape

Mengontrol Pertumbuhan Hama Keong Dalam Aquascape

Jika kita perhatikan dalam suatu akuarium terlebih yang bertemakan aquascape akan terlihat beberapa keong yang menempel pada kaca atau tanaman, selewat waktu hal ini tidak terlihat mengganggu, tetapi dalam hitungan minggu jumlah keong ini akan berlipat ganda dan semakin banyak. Hal ini tentunya akan mengganggu keseimbangan habitat dalam akuarium maupun keindahan dari akuarium tersebut. 

 
Hama Keong

Pada awalnya, pada saat men-setting akuarium pertama kali, keong-keong ini tidak ada sama sekali, bagaimana keong ini bisa ada ? dan bagaimana mengatasi hal ini?

Keong ini bisa ada karena beberapa hal berikut :

  1. Biasanya penyumbang terbesar kehadiran keong ini dari tanaman air yang kita beli. Keong-keong ini melekat pada tanaman-tanaman air tersebut baik dalam bentuk keong-keong muda yang sekilas tidak terlihat maupun dalam bentuk lembaran kumpulan telur-telur keong. 
  2. Terkadang kehadiran keong-keong ini bisa juga terbawa pada saat membeli ikan dari penjual ikan hias, dimana pada saat menjaring ikan yang akan dibeli, terjaring pula telur-telur dari keong tersebut, atau bahkan dalam bentuk keong muda (kecil). 

Bagaimana jumlahnya dapat meningkat pesat ?

Pertama hanya satu keong yang ada, dan dalam hitungan minggu akan berlipat ganda jumlahnya, hal ini dikarenakan keong-keong ini dapat dengan mudah berkembang biak pada berbagai kondisi akuarium. Walaupun hanya satu, keong ini dapat bertelur dan mem-fertilisasi telur mereka sendiri, dan dalam beberapa minggu telur-telur ini akan menjadi keong-keong muda, yang mana masing-masing keong muda ini akan bertelur dan mem-fertilisasi sendiri kemudian, dengan begini jumlah mereka akan bertambah banyak. 

Pada siang hari keong-keong ini terlihat dalam jumlah kecil, atau bahkan sama sekali tidak terlihat, hal ini dikarenakan keong-keong ini aktif mencari makan pada malam hari (gelap). Pada siang hari mereka bersembunyi dibawah substrat (pasir – media tanam) dan pada malam hari (gelap) terjadilah serangan keong-keong ini pada akuarium. 
 
Keong yang biasa muncul dalam aquascape
 

Bagaimana cara mengatasinya ?

Keong dapat dengan mudah berkembang biak, dan mereka juga ahli dalam bersembunyi pada substrat (pasir – media tanam), hal ini sangat menyulitkan kita untuk membasminya. Tetapi kita tidak harus menghilangkan mereka semua, karena dalam jumlah yang tidak banyak (terkontrol) keong-keong ini berguna bagi keseimbangan ekosistem akuarium. Keong-keong ini akan memakan lumut dan juga sisa-sisa makanan dari makanan yang tidak habis termakan oleh ikan, yang tentunya akan mengurangi proses pembusukan dari sisa makanan tersebut, yang mana akan menghasilkan amonia (nitrat) yang berbahaya bagi kehidupan ikan. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menghilangkan keong-keong tersebut secara keseluruhan atau dilakukan tindakan pengontrolan jumlah keong-keong tersebut saja. 
 
Menghilangkan keong secara keseluruhan 
 
Untuk menghilangkan keong secara keseluruhan hanya memungkinkan pada akuarium yang berukuran kecil dan tidak / belum tertata aquascape. Hal ini dapat dilakukan dengan mengosongkan penghuninya terlebih dahulu (ikan), kemudian keluarkan tanaman air yang ada dan rendam dengan obat anti keong secara terpisah (karena biasanya obat ini berbahaya bagi ikan terutama dari jenis catfish), buang substrat (pasir – media tanam) yang lama, biarkan air tetap dalam akuarium, kemudian masukan cairan / obat anti keong untuk mensterilkan / membunuh keong / telur-telur keong yang tersembunyi / yang tidak telihat dengan mata sesuai dosis dan petunjuk pemakaian dari obat tersebut. Setelah itu keringkan dan jemur (dibawah terik matahari) selama beberapa hari. Akuarium siap digunakan kembali, dan pakai substrat (pasir – media tanam ) yang baru. 
 
Mengontrol pertumbuhan jumlah keong-keong yang ada 
 
Tindakan yang dapat dilakukan kemudian adalah dengan mengontrol dan menjaga pertumbuhan dari keong-keong ini. Hal ini dapat dilakukan dengan : 
 
1. Menyediakan makanan yang akan dimakan oleh keong tersebut pada suatu media, seperti daun selada / pelet tenggelam pada sebuah piring pada saat malam hari (keadaan gelap). Lihatlah keesokan paginya keong-keong ini akan mengunjungi media tersebut untuk mencari makan. Angkatlah media yang sudah dipenuhi oleh keong-keong tersebut dan singkirikan. 
 
2. Memelihara ikan-ikan pemakan keong seperti ikan buntal (Carinotetraodon), Botia macracantha / Botia yoyo, dan Ramirezi, jenis ikan yang akan digunakan lebih baik disesuaikan dengan jenis keong yang hadir pada akuarium agar lebih efektif, seperti ikan buntal (Carinotetraodon) cenderung memakan jenis keong yang berada pada (dahan-dahan) tanaman air, dan ikan botia cenderung memakan jenis keong yang berada pada dasar akuarium / dalam substrat (pasir). 
 
Ikan Buntal / Puffer Fish, efektif memakan keong

Botia Yoyo
 
 
3. Mengurangi jatah makan ikan yang berarti mengurangi jatah makan keong juga (dari sisa makanan yang tidak termakan oleh ikan). 
 
Upaya pencegahan munculnya / bertambahnya keong 
 
Untuk upaya pencegahan munculnya / bertambahnya keong dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 
 
1. Pada saat membeli ikan dari penjual ikan hias pastikan tidak termasuk keong-keong (muda) maupun sekumpulan telur keong, dimana telur keong ini masih dapat dilihat dengan mata telanjang walaupun berukuran kecil dan transparan. 
 
2. Pada saat membeli tanaman hias air, sebelum di tanam pada akuarium kita, sebaiknya dikarantina terlebih dahulu dengan merendamnya pada air yang sudah diberi obat anti keong terlebih dahulu, sesuai dengan dosis dan waktu yang dianjurkan oleh obat tersebut.

Guppy

Guppy

Guppy adalah ikan yang mudah bertahan hidup dalam aquascape. Sangat digemari oleh aquascapist pemula, karena warnanya yang indah dan juga harganya yang relatif murah. Ikan ini adalah kerabat dekat ikan moli.  Pemijahan ikan ini tidaklah terlalu sulit. Terdapat berbagai macam jenis Guppy, dapat dibedakan dari bentuk ekor dan warnanya. Berikut adalah macam-macam Guppy.

 

Guppy
 


Aneka Jenis Guppy

 

Red Guppy
 
Blue Neon Guppy
 
Black Tuxedo
 
Guppy lainnya
 
Guppy Betina (kiri), dan Jantan (kanan)

 

Embrio Guppy

Mosura Shrimp

Mosura Shrimp

Grade Tertinggi dari Crystal / Bee Shrimp. Cirinya, yaitu badan putih susu, dan hanya terdapat pola merah kecil di bagian ekor dan pola mahkota di kepala. Selain merah, juga ada mosura versi warna hitam. Harga per ekor berkisar antara (50-75 ribu rupiah).

 
Red Mosura

Black Mosura

Red Cherry

Red Cherry

Berbeda dengan Red Bee yang berwarna putih susu, warna Red Cherry lebih bening dan harga lebih murah (di Surabaya dijual dengan harga 10 rb untuk 7 ekor Red Cherry).

Red Cherry Shrimp


ukuran Red Cherry

 

Red Cherry suka bergerombol

 

Aneka Jenis Aquascape

Aneka Jenis Aquascape

Dalam dunia aquascape, terdapat berbagai macam jenis (style) yang sesuai dengan selera para aquascapist. Berikut adalah macam-macam jenis aquascape yang banyak digunakan.

Dutch Style
Ini adalah style yang dipakai sejak tahun 1930an, diperkenalkan oleh bangsa Belanda. Cirinya, tanaman yang digunakan antara 10-12 spesies. Dan susunan tanamannya cenderung bergerombol. Warna antara tanaman disusun sehingga serasi dengan tanaman sekitarnya.

 

Nature Style
Mengutamakan kealamian dalam formasi, bisa menyerupai bentuk suatu taman, hutan. Dipopulerkan oleh Takashi Amano di tahun 1980an.

 

 

Iwagumi Style
Yang paling utama dalam gaya aquascape ini, adalah susunan batu-batuan di dalamnya. Dipopulerkan oleh Takashi Amano juga. Ada empat buah jenis batuan dalam Iwagumi Style, yaitu Oyaishi, fukuishi, soeishi dan suteishi. Untuk Iwagumi style, akan saya bahas pada posting selanjutnya.

 

 

El Natural Style
Style ini lebih mengacu ke ekosistem asli untuk habitat penghuninya.
 

 

Collectoritis Style

Jenis ini adalah yang paling umum untuk para pemula aquascape. Tipe collector memakai berbagai macam jenis tanaman yang disusun sesuka hati. Saya pun pertama kali memakai gaya ini.

 

 
Anda suka style yang mana?

Yamato Shrimp

Yamato Shrimp

Disebut juga Amano Shrimp, karena dipoluerkan oleh Master Takashi Amano. Udang ini terkenal dalam hal pemakan lumut/algae terbaik di kelompoknya. Memiliki nama latin Caridina Japonica. Ciri udang ini adalah berwarna bening dan memiliki pola bintik-bintik di seluruh tubuhnya. Harga pasaran seekor sekitar 10-15 ribu.

Yamato Shrimp


Yamato Shrimp pemakan lumut terbaik

Udang Yamato Betina sedang bertelur

Ninja Shrimp

Ninja Shrimp

 
Ninja Shrimp

Penampilan:
Udang ini dapat tampil dengan warna yang berbeda. Di satu sisi mungkin tampak gelap atau terang akibat dari ketebalan garis yang berbeda. Warna umum dari ninja shrimp adalah perunggu sampai merah ke biru.

Asal:
Indonesia.

Ukuran:
Jantan sampai dengan 2,5 cm, betina hingga 3 cm, tergantung pada kondisi yang mereka aquarium yang ada.

Lingkungan:
Temp. Air sekitar 21-26 derajat, lembut pH air keras dalam pH 6,8-7,5, udang-sensitif senyawa tembaga dan nitrogen dalam akuarium.

Makanan:
Ninja shrimp memakan alga yang tumbuh di dalam aquarium, boleh juga diberikan pakan udang yang ada dipasaran sebagai alternatif makanan.

Reproduksi:
Ninja shrimp adalah salah satu contoh dari metamorfosis yang sempurna, dimulai dari betina telur yang kemudian menetas menjadi larva. Di alam, larva mengalir sepanjang sungai sampai ke laut di mana mereka melewati sebuah transformasi lebih lanjut. Dalam perkembangbiakannya diperlukan salinitas air yang cukup.

Informasi Lain:
Ninja shrimp adalah salah satu jenis udang yang jarang ada di pasaran, seperti sebagian besar udang hias yang lain, ninja shrimp menyukai tinggal dalam kawanan berjumlah banyak dan area yang luas. Oleh karena itu udang ini memerlukan aquarium di atas 20 liter.

Ninja shrimp adalah salah satu jenis udang hias yang sangat pemalu, dia dapat menyembunyikan seharian di balik tanaman yang hanya datang untuk makan.

source: aquajaya.com

Zebra Danio

Zebra Danio

Ikan zebra memiliki berbagai macam warna, cenderung bergerombol (school fish).

Zebra Danio

 

ZEBRA DANIO (Brachydanio rerio)
FAMILY: Cyprinidae
TYPE: Cyprinids
MAX SIZE: 2.5″ (approx. 6cm)
ORIGIN: India, Asia
DIET: Omnivorous 
CHARACTER: Peaceful
MISC: recently become available in purple, bright red, green, and orange fluorescent color 
(trademarked as Glofish)
 
Macam-macam warna ikan zebra

Cardinal Tetra

Cardinal Tetra

 
Cardinal Tetra

CARDINAL TETRA (Paracheirodon axelrodi)
FAMILY: Characidae
TYPE: Characins
MAX SIZE: 2″ (approx. 5cm)
ORIGIN: South America
DIET: Omnivore
CHARACTER: Peaceful
MISC: effectively an annual species and has a lifespan of just a single year in nature, although it lives for several years in captivity
 

 

Cardinal dalam kelompok

Rummy Nose / Red Nose Tetra

Rummy Nose / Red Nose Tetra

Memiliki ciri body berwarna putih dan di bagian kepala berwarna merah. Diberi nama rummy nose, karena mirip seperti orang yang sedang mabuk (hidung merah).
Rummy Nose
 
RUMMY NOSE / RED NOSE TETRA (Hemigrammus bleheri)
FAMILY: Characidae
TYPE: Characins
MAX SIZE: 2.5″ (approx. 6.4cm)
ORIGIN: South America
DIET: Omnivore
CHARACTER: Peaceful
MISC: Peaceful community fish, keep with other peaceful tetras, Corydoras catfish, etc., particularly striking against a background of light green plants
Rummy Nose dalam kelompok

Cara Menanam dan Menumbuhkan Moss

Cara Menanam dan Menumbuhkan Moss

Moss dapat dibilang tanaman air paling mudah untuk tumbuh di aquarium. Umumnya jika Anda bisa menanam Java Fern dalam aquarium, seharusnya Anda tidak akan menjumpai masalah untuk menanam moss seperti Java Moss atau kebanyakan tanaman air lainnya.
Java Fern, tanaman yang mudah tumbuh
Beberapa Jenis Moss:
Saya akan memberikan guideline umum untuk menanam dan menumbuhkan moss.
Ukuran Aquarium / Tank
Berapapun ukran tidak jadi masalah. Anda dapat menanam di nano cube tank sebesar 15×15 cm. Namun untuk melihat keindahan moss, disarankan minimal memakai tank ukuran 30 cm.
Air
Air tidak jadi masalah, memakai air keran bisa tumbuh.
Pencahayaan
Bagian terpenting adalah pencahayaan. Moss dapat tumbuh tegantung dari tingkat pencahayaan yang diberikan. Jika tingkat pencahayaannya tepat untuk aquarium, maka moss akan tumbuh dengan subur. Sekedar contoh. Untuk tank berukuran 30 cm, saya menggunakan cahaya lampu 11W. Aturan umumnya, semakin tinggi tingkat cahaya, maka semakin cepat moss tumbuh, karena cahaya diperlukan untuk proses fotosintesis.
Pupuk
Dengan atau tanpa pupuk/fertilier, moss akan tetap tumbuh.
CO2
Dengan atau tanpa CO2, moss akan tetap tumbuh.
Suhu air
Umumnya, kebanyakan moss tumbuh dengan baik di suhu yang lebih sejuk (kira-kira kurang dari 28 derajat celcius). Tapi untuk Java Moss, masih akan tetap tumbuh bahkan pada temperatur lebih dari 30 derajat celcius.
Aquascaping
Keindahan dari moss paling baik ditampilkan bila ditempelkan pada sesuatu, seperti batu, driftwood, atau bisa juga menjadi background aquarium. Meski begitu, moss akan tetap tumbuh walaupun hanya dibuang begitu saja ke aquarium, tapi tidak ada nilai keindahannya. Perhatikan gambar di bawah ini. Gambar kiri adalah hasil bila moss dibiarkan tumbuh begitu saja tanpa ditempelkan/diikat ke suatu media. Gambar sebelah kanan adalah hasil bila moss diikat ke suatu media seperti kayu/batu.
Kesimpulan
Tidak ada suatu pakem yang pasti untuk menumbuhkan moss. Anda bisa juga menginvestasikan dengan alat CO2 diffuser controller, pemberian pupuk setiap hari atau memakai MH lighting system. Namun bagi saya, moss dapat tumbuh dengan baik hanya dengan satu strip lampu yang tepat, dan sesekali pemberian pupuk tanaman air(kalau ingat).


sumber: aquamoss.net

TANAMAN HIAS AQUARIUM AIR TAWAR

TANAMAN HIAS AQUARIUM AIR TAWAR


Kami menyediakan berbagai jenis TANAMAN HIAS untuk AQUARIUM AIR TAWAR :

1. Bomba hijau  —— harga @ Rp 12.500,-( isi 10pot )
2. Bomba merah  —-  harga @ Rp 12.500,-( isi 10pot )
3. Pakis Air    ——– harga @ Rp 12.500,-( isi 10pot )
4. Amazon       ——- harga @ Rp 12.500,-( isi 10pot )
5. Black Amazon —-  harga @ Rp 12.500,-( isi 10pot )
6. Piralis      —- ——harga @ Rp 12.500,-( isi 10pot )
7. Brazil       ———- harga @ Rp 12.500,-( isi 10pot )
8. Clensa       ——— harga @ Rp 12.500,-( isi 10pot )
9  Paran        ———-harga @ Rp 12.500,-( isi 10pot )
10.Rumput Air   ——-harga @ Rp 22.500,-( isi 10buah )

Dan masih banyak lagi jenis-jenis yang lain,
Harga tersebut di atas belum termasuk ongkos kirim.
Pengambilan partai besar harga nego

“Pj FISH”
Hp: 08999948959
Email :  piya.jesika@gmail.com